Cara Mengolah Jerami Menjadi Pakan Ternak Ideal
Jerami padi sering menumpuk setelah petani selesai memanen gabah. Bahan ini masih bisa membantu memenuhi kebutuhan pakan sapi, kambing, dan domba, terutama saat persediaan rumput menipis.
Namun, jerami memiliki serat tinggi dan kandungan protein yang relatif rendah. Peternak perlu mengolahnya dengan benar dan mengombinasikannya dengan pakan lain supaya ransum memenuhi kebutuhan ternak.
Cara Mengolah Jerami Menjadi Pakan Ternak
1. Pilih Jerami yang Bersih
Kumpulkan jerami yang tidak tercampur tanah, plastik, tali, atau sampah lain. Hindari bahan berbau busuk, berlendir, atau berjamur karena kondisinya dapat membahayakan ternak.
Pilih jerami yang tidak terkena pestisida atau bahan kimia lain secara tidak sengaja. Jika hujan membasahi jerami atau petani menyimpannya terlalu lama, periksa kondisinya sebelum mengolahnya lebih lanjut.
2. Keringkan dan Cacah Jerami
Bentangkan jerami di tempat bersih dengan sirkulasi udara yang baik. Jangan menumpuk jerami basah terlalu lama karena kelembapan dapat memicu pembusukan sebelum pengolahan.
Setelah jerami mencapai kondisi yang sesuai, potong bahan menjadi bagian pendek menggunakan parang atau mesin pencacah. Potongan kecil memudahkan pencampuran dan membantu ternak mengunyah pakan dengan lebih mudah.
3. Tentukan Metode Pengolahan
Peternak bisa memberikan jerami sebagai pakan kasar setelah membersihkan dan mencacahnya. Namun, pencacahan saja tidak meningkatkan nilai nutrisi, sehingga peternak perlu melengkapi ransum dengan bahan lain.
Pilihan lainnya adalah fermentasi menggunakan aktivator khusus pakan. Proses ini membantu mikroorganisme menguraikan sebagian komponen serat, tetapi hasilnya bergantung pada bahan, kadar air, kebersihan, dan teknik pengolahan.
4. Campurkan Aktivator Sesuai Petunjuk
Siapkan aktivator atau probiotik khusus pakan sesuai petunjuk kemasan atau arahan penyuluh. Jika metode membutuhkan air, larutkan aktivator dengan air bersih, lalu semprotkan secara merata pada jerami.
Jangan menebak takaran aktivator, urea, atau bahan tambahan lainnya. Formulasi yang keliru dapat merusak hasil olahan dan membahayakan ternak, jadi ikuti resep teknis tepercaya sebelum memulai.
Panduan cara membuat fermentasi pakan sapi dapat membantu peternak memahami proses pengolahan jerami. Sesuaikan langkahnya dengan jenis aktivator dan petunjuk teknis yang digunakan.
5. Padatkan dan Tutup Campuran
Masukkan jerami dan aktivator yang sudah tercampur ke dalam drum, silo, atau wadah yang sesuai. Padatkan bahan secara bertahap untuk mengurangi rongga udara, kemudian tutup wadah rapat sesuai metode fermentasi.
Letakkan wadah di tempat teduh yang terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung. Tempelkan label tanggal pengolahan agar peternak bisa memantau waktu pemeraman dan menentukan jadwal pemeriksaan.
6. Periksa Hasil Fermentasi
Buka wadah setelah waktu pemeraman sesuai petunjuk metode yang digunakan. Jerami yang berhasil difermentasi biasanya memiliki aroma khas yang wajar dan tekstur lebih lemas, bukan bau busuk.
Jangan berikan jerami yang berjamur, berlendir, atau berbau busuk kepada ternak. Pisahkan bahan yang menunjukkan tanda kerusakan dan buang dengan aman agar tidak bercampur dengan pakan sehat.
7. Berikan Pakan Secara Bertahap
Angin-anginkan jerami fermentasi sesuai petunjuk metode sebelum memberikannya kepada ternak. Mulailah dengan jumlah terbatas, lalu amati nafsu makan, kondisi kotoran, dan respons ternak terhadap pakan baru.
Jangan menjadikan jerami sebagai satu-satunya sumber pakan. Lengkapi ransum dengan hijauan berkualitas, konsentrat, mineral, dan air minum sesuai kebutuhan ternak.
Sesuaikan porsi berdasarkan bobot, umur, dan tujuan pemeliharaan ternak. Mintalah arahan penyuluh atau tenaga nutrisi jika ingin menjadikan jerami fermentasi sebagai bagian rutin dari ransum.
8. Simpan Persediaan dengan Benar
Simpan jerami olahan di tempat kering yang terlindung dari hujan, genangan, dan hama. Pastikan kemasan tetap utuh serta beri jarak dari lantai agar jerami tidak menyerap kelembapan.
Catat jumlah, tanggal pengolahan, dan kondisi setiap kelompok pakan. Pemeriksaan rutin membantu peternak menggunakan stok lama terlebih dahulu serta menemukan kerusakan sebelum memberikan pakan kepada ternak.
Kesimpulan
Mengolah jerami menjadi pakan ternak dimulai dengan memilih bahan bersih, mencacahnya, dan menentukan metode pengolahan yang tepat. Fermentasi membutuhkan takaran sesuai petunjuk, wadah bersih, serta pemeriksaan hasil sebelum peternak memberikan pakan kepada ternak.
