Cara Membuat Fermentasi Jerami untuk Sapi agar Pakan Awet
Jerami padi sering menumpuk setelah panen, padahal bahan ini dapat membantu menyediakan pakan berserat ketika rumput segar sulit diperoleh. Melalui fermentasi yang dilakukan dengan benar, peternak dapat mengolah jerami agar lebih mudah ditangani dan disimpan sebagai bagian dari ransum sapi.
Prosesnya membutuhkan bahan yang sesuai, pencampuran merata, dan waktu pemeraman yang cukup. Fermentasi jerami bukan berarti jerami bisa menggantikan seluruh hijauan atau konsentrat, sehingga peternak tetap perlu menyeimbangkan pakan berdasarkan kebutuhan ternaknya.
Cara Membuat Fermentasi Jerami untuk Sapi
1. Siapkan Jerami dan Area Kerja
Pilih jerami padi yang relatif bersih, tidak tercampur plastik, tanah berlebihan, atau sisa bahan kimia. Kerjakan di tempat teduh yang terlindung dari hujan dan genangan agar tumpukan tidak terlalu basah atau tercemar selama pemeraman.
Siapkan terpal sebagai alas, alat pencacah atau sabit, ember, alat penyiram, serta penutup yang sesuai. Untuk jumlah besar, mesin pencacah rumput Rumah Mesin bisa membantu mempersingkat persiapan bahan dan membuat ukuran potongan lebih seragam.
2. Potong Jerami dan Siapkan Bahan Fermentasi
Potong jerami menjadi bagian yang lebih pendek agar mudah ditata dan tercampur dengan bahan fermentasi. Untuk metode fermentasi terbuka yang memakai probiotik khusus dan urea, panduan teknis tertentu menggunakan sekitar 2,5 kg probiotik serta 2,5 kg urea untuk setiap satu ton jerami segar; pastikan jenis produk dan dosis mengikuti petunjuk teknis setempat. Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada juga menjelaskan penggunaan bahan tersebut dalam panduan fermentasi jerami padi.
Jangan menambahkan urea secara sembarangan atau mengira urea dapat langsung diberikan sebagai pakan. Timbang bahan dengan tepat, gunakan sarung tangan saat menanganinya, dan hindari mencampur metode atau takaran dari resep fermentasi yang berbeda.
3. Atur Kelembapan Jerami
Jerami perlu memiliki kelembapan yang sesuai agar proses berjalan baik, tetapi tidak sampai tergenang. Pada metode terbuka, jerami segar dengan kadar air sekitar 60 persen sering dijadikan acuan; sesuaikan penambahan air dengan kondisi bahan dan arahan panduan yang digunakan.
Hamparkan jerami berlapis sekitar 20 cm, lalu taburkan campuran bahan secara merata di setiap lapisan. Balik atau aduk bagian yang belum terkena larutan, sebab bagian yang terlalu kering atau menerima bahan secara tidak merata dapat menghasilkan kualitas yang berbeda.
4. Susun dan Peram Selama Waktu yang Cukup
Tumpuk lapisan secara bertahap sambil meratakan bahan, lalu lindungi tumpukan dari hujan dan gangguan hewan. Pada metode fermentasi terbuka dengan aktivator yang sesuai, pemeraman dapat memerlukan sekitar 21 hari; lama proses dapat berbeda menurut bahan, suhu, kelembapan, dan petunjuk produk.
Jangan membuka atau mengaduk tumpukan berulang kali tanpa alasan karena hal itu dapat mengganggu proses. Beri label tanggal pembuatan agar peternak mengetahui kapan pemeraman selesai dan tidak mencampur jerami baru dengan hasil yang belum matang.
5. Periksa Hasil dan Angin-anginkan
Setelah masa pemeraman berakhir, periksa kondisi jerami sebelum menyimpannya atau memberikannya kepada ternak. Bahan yang baik umumnya berwarna kuning kecokelatan, terasa lebih lemas, beraroma fermentasi yang tidak menyengat, dan tidak menunjukkan jamur atau tanda pembusukan.
6. Berikan Secara Bertahap kepada Sapi
Mulailah dengan mencampurkan jerami fermentasi dalam jumlah terbatas bersama hijauan lain, kemudian tingkatkan secara bertahap sambil mengamati nafsu makan dan kondisi sapi. Kebutuhan setiap ternak berbeda, sehingga jerami fermentasi sebaiknya menjadi salah satu komponen ransum, bukan satu-satunya sumber pakan.
Simpan bahan yang telah siap di tempat kering, terlindung dari hujan, dan tidak bersentuhan langsung dengan tanah. Informasi peralatan untuk persiapan pakan dapat dilihat melalui situs Rumah Mesin.
Kesimpulan
Cara membuat fermentasi jerami untuk sapi meliputi pemilihan bahan bersih, pencacahan, pengaturan kelembapan, pemberian aktivator sesuai panduan, serta pemeraman dan pemeriksaan hasil. Ketelitian pada setiap tahap membantu peternak memanfaatkan sisa panen sebagai sumber serat ketika pasokan hijauan terbatas.
Gunakan takaran yang jelas, jangan mencampur resep berbeda, dan singkirkan hasil yang berjamur atau berbau busuk. Berikan jerami fermentasi secara bertahap sebagai bagian dari ransum seimbang agar pemanfaatannya lebih aman dan sesuai kebutuhan sapi.
